Penyalahgunaan Dan Pencemaran Air

Sumber-sumber air bersih ini biasanya terganggu akibat penggunaan dan penyalahgunaan sumber air seperti:
- Pertanian. Penghamburan air akibat ketiadaannya penyaluran air yang baik pada lahan yang diairi dengan irigasi (untuk penghematan dalam jangka pendek) dapat berakibat terjadinya kubangan dan penggaraman yang akhirnya dapat menyebabkan hilangnya produktivitas air dan tanah.

Membuat Sumur Resapan di Pekarangan

Mengenai air, kota-kota besar di Indonesia telah mengalami dua hal berlawanan, misalnya ; di permukaan tanah, banjir bisa mencapai atap rumah seperti yang terjadi belakangan ini, sementara di bawah tanah, permukaan air tanah (water table) di kota-kota besar terus mengalami penurunan. Untuk mencegahnya dan sekaligus dapat menjaga cadangan air, maka dibuatnya sumur resapan air hujan. Meskipun tidak seluruh masalah dapat diatasi, namun sumur resapan ini secara teoritis akan banyak membantu meringankan kedua masalah tersebut sekaligus.

Tips Mengatasi Air Bermasalah

Tips Mengatasi Air Bermasalah
Mengolah air bersih untuk keperluan sehari-hari, ternyata tidaklah sulit. Anda bisa membuat sendiri proses pengolahan air yang bersumber dari air hujan, air sungai, air rawa, atau air sumur yang berbau.

Biopori

Sebenarnya apakah "BIOPORI" itu?
Dari ensiklopedia wikipedia diperoleh penjelasan tentang pengertian biopori.

*************
Lubang resapan biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini dicetuskan oleh Dr. Kamir R Brata, salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor.

Cara Membuat Sumur Resapan

Seperti diketahui bahwa pembuatan sumur resapan yang berfungsi untuk menahan air hujan saat ini sudah sangat diperlukan, karena kelangkaan air pada saat musim kemarau akibat dari tidak tertahannya air hujan pada saat musim penghujan. Selain itu kondisi air tanah yang tercemar menjadikan kita perlu membuat resapan-resapan air agar kita memiliki cadangan air bersih.

Areal Terbuka atau Taman

Pembuatan Resapan di Areal Terbuka

1. Dihalaman atau taman rumah dibuatkan pembatas tembok yang tingginya 5 - 10 cm sehingga air hujan akan terkumpul

2. Buatkan lubang-lubang resapan yang tersebar di taman, sebaiknya dibuat dekat tanaman sehingga tanaman tidak perlu disiram dan tidak kelebihan air pada musim hujan

3. Jumlah dan cara pembuatan sumur resapan seperti pada panduaan pembuatan Lubang Resapan Berpori dan Pembuatan Sumur Resapan

4. Alternatif lain untuk areal terbuka yaitu dengan memasang grassblock atau conblock yang berpori



.

Lubang Resapan Biopori

Pembuatan Lubang Resapan Biopori



1. Buat lubang silindris ditanah dengan diameter 10 -15 cm dan kedalaman sekitar 100 - 120 cm, tetapi jangan melebihi muka air tanah. Lubang tersebut dapat dibuat dengan bambu, pipa besi atau bor tanah dengan jarak antar lubang 50 - 100 cm.

2. Lubang diisi dengan sampah organik. Fauna tanah (seperti cacing) akan datang dengan sendirinya dan masuk kedalam lubang untuk mencari perlindungan dan bahan makanan. Fauna tanah tersebut akan berkembang biak menciptakan biopori (liang) yang dapat mempercepat laju peresapan air dalam lubang, serta memepercepat proses perombakan sampah organik menjadi kompos dan tidak menimbulkan bau. Setiap 5 hari sekali dilakukan penambahan sampah organik.

3. Kompos yang terbentuk dalam lubang resapan biopori dalam lubang resapan biopori dapat diambil untuk menyuburkan tanaman.

4. Mulut atau pangkal lubang dikelilingi adukan semen selebar 2 - 3 cm setebal 2 cm supaya tanah tidak jatuh ke lubang (longsor)

5. Jumlah lubang resapan biopori ditentukan berdasarkan luas lahan, yaitu setiap 50 meter persegi luas lahan dibuat 10 lubang, sebagai contoh :
- Untuk luas lahan s/d 50 meter persegi sebanyak 10 lubang
- Luas lahan 50 - 100 meter persegi sebanyak 20 lubang
- Luas lahan 100 - 150 meter persegi sebanyak 30 lubang, dst.

6. Lubang resapan berpori dapat dibuat sendiri dengan bor tanah atau dikerjakan oleh tukang bor sumur. Bor tanah dapat dibeli dibengkel las / pandai besi sekitar Rp 150.000,- - Rp 300.000,- yang dapat dipakai bergilir oleh beberapa pemilik rumah.

.

Rumah Tidak Bertalang Air

Untuk rumah tidak bertalang air, gunakan tambahan parit dengan lubang biopori dan bak kontrol sebelum air masuk ke sumur resapan.

Tahap Pembuatan




Parit Resapan

1. Buat parit sepanjang curahan air hujan dari atap dengan lebar 20 - 30 cm dan kedalaman 10 - 15 cm dengan jumlah 10 lubang resapan biopori sepanjang parit (lihat cara pembuatan lubang resapan biopori). Apabila parit prndek sehingga jumlah lubang tidak terpenuhi maka dapat dihubungkan dengan sumur resapan yang mempunyai bak kontrol sebagai penyaring sedimen/kotoran.

2. Lubang resapan berpori tersebut ditutup dengan saringan sebelum ditimbun kerakal/koral

.

Waktu dan Biaya Pembuatan Sumur Resapan

Biaya pembuatan sumur resapan bergantung biaya pekerja dan biaya bangunan.
Tanpa biaya pekerja diperlukan biaya sekitar Rp. 975.000,- per sumur *).

Waktu pembuatan bergantung jenis tanah, diperkirakan paling lama 2 hari oleh 2 pekerja.


*) Asumsi harga buis beton Rp 175.000,- (diperlukan 3 buah). Plat beton untuk tutup Rp 150.000,- (diperlukan 1 buah). Kerakal / koral Rp 50.000,-. Upah pekerja Rp 200.000 (untuk 2 orang pekerja selama 2 hari). Finishing Rp 100.000,-.
.

Jumlah Sumur Resapan

Jumlah sumur resapan (asumsi curah hujan lebat) diseuaikan dengan luas atap rumah agar air dari rumah diharapkan tidak keluar dari pekarangan rumah.

- Luas atap rumah s/d 50 meter persegi sebanyak 2 sumur

- Luas atap rumah 50 - 100 meter persegi sebanyak 3 - 4 sumur

- Luas atap rumah 100 - 150 meter persehi sebanyak 5 buah

- Luas atap rumah 150 - 300 meter persegi sebanyak 10 buah

- Luas atap rumah 300 - 500 meter persegi sebanyak 20 buah

.

Rumah Bertalang Air

Tahap Pembuatan Sumur



1. Pilih lokasi yang berjarak 1 m atau lebih dari pondasi rumah dan dekat dengan lokasi talang pembuangan air hujan

2. Buat sumur dengan diameter 80-100 cm sedalam 1,5 m tetapi tidak melebihi muka air tanah

3. Untuk memperkuat dinding tanah, masukkan buis beton 3 buah dengan panjang masing-masing 50 cm. Jika tidak ada buis beton, dapat digunakan pasangan bata kosongatau pasangan batu kosong

4. Air hujan dari talang langsung dimasukkan ke dalam sumur resapan melalui pipa pralon (pipa pemasukan)

5. Pada sumur resapan diberi pipa pembuang ke selokan / drainase jalan. Ketinggian pipa pembuangan harus lebih tinggi dari muka air tanah tertinggi pada selokan drainase jalan tersebut

6. Lubang sumur diisi krakal / koral setebal 15 cm

7. Bagian atas sumur resapan ditutup dengan plat beton (dapat dibeli langsung di toko-toko material penjual besi beton atau dapat dibuat dengan cara mengecor sendiri)

8. Siatas plat beton penutup ini dapat diurug tanah untuk taman atau dipasang pot-pot tanaman.
.

Manfaat Sumur Resapan

Manfaat Sumur Resapan antara lain dapat menampung dan menahan air hujan baik yang melalui atap rumah maupun yang langsung ke tanah sehingga tidak langsung keluar dari pekarangan rumah, tetapi mengisi kembali air tanah dangkal sebagai sumber air bersih.
.

Sumur Resapan

Sumur Resapan adalah sistem resapan buatan yang berfungsi sebagai penampung air hujan, dapat berupa sumur, parit atau alur taman resapan.

Sumur Resapan adalah sistem resapan buatan yang berfungsi sebagai penampung air hujan, dapat berupa sumur, parit atau alur taman resapan.

  © Blogger template 'Minimalist G' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP